• Juni 7, 2024

Cegah Infeksi DBD dan Chikungunya, Buat Program Desa Bebas Nyamuk Sasar 18 Desa di Jember

Bupati Jember Ir H. Hendy Siswanto, ST, IPU, ASEAN Eng mengesahkan Desa Bebas Nyamuk di Kantor Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, Jember pada Selasa (4/6) 2024. Melewati program kolaborasi dengan Enesis Group melalui produk Soffell itu, pemerintah Jember berupaya menanggulangi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya di 18 desa di dua kecamatan di Jember.

Hendy Siswanto mengatakan perlu kerja sama beragam pihak dalam upaya membasmi nyamuk penyebab demam berdarah dengue. \\”Saya mohon bantuan terhadap semuanya, bantu saudara-saudara kita, libatkan warga kita, untuk saling control dan manage lokasi yang rentan terhadap sarang nyamuk. Ini juga yaitu ujung tombak dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),\\” ujar Hendy di Kantor Desa Wringintelu, Selasa (4/6).

Hendy meminta supaya seluruh spaceman pihak ikut menolong membersihkan lingkungan dengan langkah 3M Plus. Ia juga mengapresiasi Enesis yang telah menunjang program pencegahan DBD dan Chikungunya.

\\”Kita semestinya berkolaborasi bersama-sama untuk membasmi DBD yang ada di lingkungan kita ini, mengerjakan 3M Plus yaitu Menguras, Menutup, Mendaur plus mengoles losion antinyamuk, ini yaitu suatu ikhtiar supaya terhindar dari nyamuk DBD,\\” ujarnya.

Sebelumnya, upaya pencegahan demam berdarah dengue dengan program Desa Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas Bergerak juga dicanangkan di 15 desa di Banyuwangi.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan, pada minggu ke-18 Tahun 2024, tercatat 91.269 kasus DBD di Indonesia, dengan 641 kasus kematian. Jumlah hal yang demikian mencerminkan peningkatan tiga kali lipat diperbandingkan dengan jumlah kasus yang tercatat pada jangka waktu yang sama tahun sebelumnya.

Hentikan Siklus Nyamuk

Pada kesempatan yang sama, diadakan pula pelantikan kader-kader jumantik yang bertugas memantau perkembangan jentik nyamuk di sekeliling wilayah mereka.

\\”Diharapkan kader jumantik yang dilantik hari ini bisa meneruskan terhadap kader jumantik selanjutnya. Semoga dengan adanya aktivitas ini bisa menjadi penyemangat untuk kita seluruh dengan mewujudkan Desa Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas Gerak,\\” harap Hendy.

Seperti diberi tahu Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Hendro Soelistijono, kader jumantik diharapkan bisa memantau angka wilayah bebas jentik. Kecuali itu, menurutnya khususnya dalam mencegah infeksi DBD yaitu menghentikan siklus nyamuk.

\\”Prinsipnya yaitu bagaimana kita menghentikan siklus nyamuk. Siklus nyamuk itu bisa dihentikan dikala kontak lantas dengan manusia stop, dengan mengerjakan 3M Plus dan mengoleskan lotion anti nyamuk diharapkan bisa memutus rantai perkembangan nyamuk.” ucap Kadinkes Jember, dikutip dari keterangan yang diterima.

Warga yang Mengalami Gejala Diimbau Langsung Berobat
Kadinkes Jember juga mengingatkan supaya warga yang merasakan keluhan sakit yang menyerupai gejala DBD untuk lantas berobat.

\\”Kalau ada keluhan demam disertai ngilu persendian disertai lemas, sebaiknya lantas berobat, sebab ini hanya virus, cukup ditingkatkan tenaga bendung tubuhnya, Insya Allah bisa meredam gejala-gejala berkelanjutan, jadi masyarakat tak perlu cemas,\\” imbau Hendro.

Menurutnya, zona tepi pantai seperti Puger dan Balung yaitu tempat populasi nyamuk berkembang biak sehingga tak mengherankan sekiranya kasusnya tinggi.

\\”Di tempat tepi pantai ini memang banyak kasusnya sebab memang kita tahu, tempat-tempat populasi nyamuk berkembang biak lumayan banyak sebab ada genangan air. Makanya kita tempatkan di Puger dan Balung dengan harapan bisa menekan angka kasus DBD.\\”

Upaya Ubah Perilaku Masyarakat
Program Desa Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas Bergerak di Jember akan berlangsung hingga 28 Juni 2024 dan mengedukasi 15 ribu warga sekitar mengenai langkah pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Head of HR dan PR Enesis Group RM Ardiantara mengatakan pihaknya meyakini bahwa kunci dalam menurunkan kasus DBD yaitu dengan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

\\”Oleh sebab itu, kami terus berupaya secara berkelanjutan untuk memberikan edukasi perihal PSN 3M Plus yaitu Menutup, Menguras, Mendaur ulang serta menggunakan lotion anti nyamuk sehingga nyamuk tak menghisap darah kita dan kita bisa menghentikan siklus pertumbuhan nyamuk,\\” ujar Ardiantara.

Menurutnya, keluarga memainkan peran penting dalam menjaga dan melindungi kesehatan kelompok sosial sekitar.

\\”Kami ingin bahwa edukasi ini bukan hanya sekedar upaya sementara, melainkan yaitu investasi rentang panjang sehingga kesadaran akan pencegahan DBD akan menjadi komponen dari kehidupan sehari-hari dan bisa mengurangi jumlah kasus DBD secara signifikan,\\” imbuhnya.