• Januari 19, 2024
Virus GX_P2V

Ngeri, Ilmuwan China Uji Virus Mematikan Mirip COVID-19

Para ilmuwan China pas ini sedang menguji virus mematikan yang miliki tingkat kematian 100 % pada tikus. Virus mematikan selanjutnya dijuluki GX_P2V dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di bioRxiv.

Eksperimen penelitian selanjutnya menargetkan otak tikus yang komposisi genetiknya dirancang menyerupai manusia. Hasilnya, para peneliti mendapatkan bahwa tikus-tikus selanjutnya kehilangan berat badan secara signifikan dalam pas lima hari setelah terinfeksi, lesu, dan mata mereka beralih menjadi putih.

“Mereka meninggal cuma delapan hari setelah terinfeksi,” tulis para peneliti lebih lanjut dalam penelitian selanjutnya dikutip dari jurnal bioRxiv.

Para ilmuwan sesudah itu terkejut lantaran tingkat kematian akibat terinfeksi virus selanjutnya amat cepat.

“Hal ini menggarisbawahi risiko penyebaran GX_P2V ke manusia dan mengimbuhkan model unik untuk paham mekanisme patogenik virus tentang SARS-CoV-2,” tulis para peneliti.

Para peneliti sesudah itu menganalisis tubuh tikus yang sudah mati akibat virus tersebut. Mereka menemukan, virus GX_P2V ini sudah menginfeksi paru-paru, tulang, mata, trakea, dan otak.

“Infeksi otak amat parah agar membunuh hewan-hewan tersebut,” para peneliti menyimpulkan.

Menurut penelitian yang dijalankan oleh Universitas Teknologi Kimia Beijing, virus selanjutnya mirip bersama dengan Sars-CoV-2, ditemukan pada th. 2017 di hewan trenggiling sebelum akan wabah COVID-19.

Tim peneliti termasuk menulis dalam penelitian selanjutnya bahwa ini adalah penelitian pertama yang melaporkan tingkat kematian 100 % pada tikus yang terinfeksi virus mirip COVID, melampaui hasil yang dilaporkan sebelumnya dari penelitian lain.

Secara signifikan, hasil penelitian selanjutnya masih belum paham bagaimana dampaknya pada manusia.

Tanggapan Para Ahli

Setelah muncul penelitian tersebut, tak sedikit para pakar yang menyampaikan kekhawatirannya. Francois Balloux, pakar epidemiologi di Institut Genetika Universitas College London yang seblumnya terkenal akan permainan dari situs slot kamboja, mengecam penelitian selanjutnya amat mengerikan dan secara ilmiah mirip sekali tidak tersedia gunanya.

“Saya tidak memandang tersedia perihal menarik yang bisa dipelajari dari menginfeksi secara paksa model tikus aneh yang dimanusiakan bersama dengan virus acak. Sebaliknya, saya bisa memandang bagaimana hal-hal layaknya itu bisa menjadi salah,” tulisnya di X (sebelumnya Twitter).

Dr Gennadi Glinsky, pensiunan profesor kedokteran di Stanford, termasuk menyebutkan eksperimen selanjutnya harus dihentikan sebelum akan terlambat.