• Mei 3, 2024

Tidur Singkat Selama Mudik dan Balik Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Setelah mudik Lebaran rajazeus rtp dan berlibur panjang bersama dengan keluarga, para pemudik dapat hadapi arus balik. Perlu pertahanan yang kuat sehingga pemudik tetap sehat dan semangat kembali ke perantauan. Salah satunya bersama dengan tidur yang cukup.

Dokter dan praktisi kesehatan masyarakat, Ngabila Salama, mengatakan tidur singkat atau yang lebih dikenal bersama dengan power nap dapat menunjang masyarakat menjaga kesehatan fisik dan mental sepanjang mengikuti arus mudik dan balik Lebaran 2024.

“Power nap atau tidur kurang lebih 15 hingga 30 menit berkhasiat untuk meningkatkan kekuatan sehingga tubuh kembali bugar dan rasa kantuk hilang pas bersama dengan cepat,” kata Ngabila dikutip dari Antara, Sabtu, April 2024.

Ngabila yang kini menjabat sebagai Kasie Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari Jakarta, menjelaskan, tidur singkat mesti dioptimalkan para pengemudi sepanjang singgah ke rest tempat khususnya di siang hari pada pukul 13.00 hingga 15.00 atau malam hari.

Ada banyak sekali manfaat tidur singkat bagi masyarakat yang mengemudi kendaraan. Beberapa di antaranya seperti meningkatkan kekuatan fokus dan berkonsentrasi, kurangi rasa lelah, meningkatkan energi, melakukan perbaikan situasi hati, dan melancarkan proses pelepasan hormon.

Tidur singkat yang diklaimnya punyai manfaat yang tidak sama bersama dengan tidur siang, ikut menunjang tubuh mengalami proses perbaikan otot dan jaringan syaraf, menjaga kinerja otak hingga meningkatkan kekuatan fisik dan kognitif.

Bagi anda yang idamkan lakukan tidur singkat, dapat menegaskan ruangan tempat dapat tidur atau situasi mobil dalam situasi yang sepi, sejuk, dan gelap. Jika ruangan benar-benar terang, memanfaatkan masker atau penutup mata.

“Anda termasuk mesti menjauhi tidur setelah makan dan mematikan notifikasi perangkat elektronik sehingga tidak terdistraksi untuk menciptakan tidur singkat yang berkualitas. Cara lainnya yaitu memposisikan tubuh dalam situasi senyaman mungkin, tarik napas dalam-dalam atau berzikir,” kata Ngabila.

Walau demikian, tidur singkat menurut Ngabila hanya membawa seseorang memasuki fase siklus tidur pertama hingga kedua. Belum masuk fase tiga yaitu tubuh mengalami tidur nyenyak dan fase empat yang disebut fase lengkap atau rapid eye movement (REM). “Pada tahapan tidur yang kedua, otot jadi lebih rileks dan manfaat tubuh melambat. Sementara itu, bagian REM dapat memicu otot tubuh lumpuh sementara,” ujar dia.

Ngabila ikut mengingatkan kepada pemudik karena pas singgah di rest tempat dibatasi hanya kurang lebih 30 menit peranan menahan terjadinya penumpukan, maka pemudik diminta usahakan pas selanjutnya untuk lakukan kebutuhan yang paling mendesak seumpama ke kamar kecil, belanja makanan atau minuman, berjalan kaki atau meregangkan badan sepanjang 10-15 menit bagi pengemudi dan tidak tersedia yang menggantikan. Waktu selanjutnya ikut dapat digunakan untuk tidur memiliki kwalitas sepanjang 15 atau 30 menit.

Ia termasuk mengingatkan pengemudi sehingga menjauhi minuman manis seperti kopi, teh dan minuman berenergi atau minuman kemasan karena tidak baik untuk kesehatan utamanya kesehatan jantung dan punyai kandungan gula yang tinggi.

“Jangan memaksakan diri, keselamatan adalah yang utama jika benar-benar mengantuk, beristirahat sejenak hingga kantuk hilang dan lanjutkan perjalanan bersama dengan berhati-hati,” katanya.