• Mei 27, 2024

Vaksinasi DBD Cakap Mengurangi Risiko dari Komplikasi Serius Demam Berdarah Dengue

Mengerjakan 3M Plus (Menguras, Menutup dan Mengubur serta Plus lainnya) merupakan upaya untuk melindungi diri dari demam berdarah dengue (DBD). Kecuali itu, upaya lain yang dapat dijalankan dengan vaksinasi DBD.

Berdasarkan dokter Monica Cynthia, vaksin DBD menjadi upaya preventif yang terbukti efektif untuk melindungi diri dari DBD.

Data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia Republik Indonesia (BPOM RI) memperlihatkan vaksin dengue mempunyai efikasi sampai 80,2% untuk mencegah DBD. Kecuali melindungi dari infeksi, vaksin dengue juga sanggup mencegah kasus rawat inap pengaruh virus Dengue sampai 95,4%.

Beraneka studi melaporkan bahwa antibodi yang spaceman pragmatic ada di dalam vaksin dapat melemahkan virus dengue sehingga menghindarkan pasien dari komplikasi serius yang dapat muncul dari penyakit ini,” kata Monica.

Vaksin DBD dapat diberikan sejak usia 6 tahun sampai 45 tahun yang mempunyai kondisi sehat. Tapi, vaksin dengue tak dianjurkan bagi individu yang tengah hamil, mengalami kondisi imunokompromais (kanker dalam kemoterapi, steroid dosis tinggi, imunodefisiensi primer) dan penderita HIV yang tak dalam terapi ARV.

Efek Pasca Disuntik Vaksin DBD

Mengenai efek samping pasca mendapat vaksin DBD, Monica mengatakan hal itu dapat terjadi. Diantaranya nyeri di daerah suntikan, sakit kepala, malaise, demam ringan, dan lain-lain. Dokter yang melaksanakan vaksinasi bakal memberitahukan hal hal yang demikian.

Tapi, kalau efek samping itu terjadi dapat kembali menghubungi dokter.

\\”Apabila itu terjadi, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter,” tambah Monica.

Sistem Mudah Temukan Vaksinasi DBD
Di tengah kenaikan kasus DBD yang sampai minggu ke-18 di angka 91 ribu, layanan kesehatan komputerisasi Halodoc mempunyai layanan yang mempermudah masyarakat menerima vaksin DBD. Melewati layanan Home Lab & Vaksinasi masyarakat dapat mengakses untuk menerima vaksin DBD.

Pengerjaan vaksinasi DBD dapat dijalankan di rumah, kantor atau ataupun kafe pantas perjanjian.

“Kami berkeinginan ikut berperan dalam upaya penanganan lonjakan kasus DBD. Dalam hal ini, Halodoc hadirkan akses vaksin dengue yang dapat dimanfaatkan secara mudah oleh masyarakat di rumah atau kantor mereka,\\” kata Chief Operating Officer Halodoc, Veronica Sari Utami.

Vaksin DBD serta vaksin lain yang diakses di Halodoc dipastikan teregistrasi di BPOM. Lalu, yang menyuntikkan vaksin DBD merupakan dokter.

\\”Dengan adanya dokter profesional yang melaksanakan pemeriksaan sebelum dan sesudah vaksinasi, diinginkan pengguna dapat merasa lebih aman saat menjalani vaksinasi,” kata Veronica.