• Juni 3, 2024

Wujudkan Kesejahteraan dengan Menerapkan 5 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh

Ketika jatuh sakit, kebanyakan dari kita mungkin baru menyadari selama ini kurang berusaha menjaga kesehatan tubuh sehingga bisa sampai sakit. Walaupun, menjaga kesehatan tubuh penting dijalankan agar kita bisa beraktivitas dengan prima. Terlebih di masa pandemi, menjaga kesehatan tubuh menuntut perhatian dan upaya yang berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Cara menjaga kesehatan tubuh yang pas pada dasarnya berpusat pada memberikan tubuh dengan apa yang sejatinya diperlukan dan menghindarkannya dari hal-hal yang berisiko merusak fungsinya.

Menjaga kesehatan tubuh bukan spaceman pragmatic play berarti semestinya senantiasa mahal. Penasaran apa saja yang bisa kita tempuh agar kesehatan senantiasa terjaga? Simak sistem menjaga kesehatan tubuh yang pas di sini!

  1. Atur Waktu Tidur
    Cara menjaga kesehatan paling mudah sekalian paling sering kali terlupakan merupakan membatasi jam tidur atau waktu beristirahat. Kelihatannya remeh sampai banyak yang salah mengintepretasikan keperluan tidur yang benar.

Selama ini saran yang mungkin banyak kita dengar merupakan tidurlah setidaknya 8 jam sehari. Tetapi, benarkah tidur 8 jam itu artinya kita bisa tidur kapan saja selama memenuhi jumlah 8 jam? Apakah begadang sampai subuh lalu menggantinya dengan tidur sampai 8 jam, sama kualitasnya dengan tidur sepanjang malam?

Begadang atau terjaga sepanjang malam lalu mengganti tidur di siang hari bakal merusak siklus tubuh. Imbasnya bisa serius pada kesehatan. Seseorang yang kurang tidur atau siklus tidurnya berantakan mempunyai risiko lebih tinggi menderita hipertensi, stroke, sakit jantung, obesitas sampai diabetes.

Agar kesehatan terjaga, mulailah membangun disiplin jam tidur. Beri batasan terjaga maksimal di jam 10 malam dan biasakan terbangun pagi hari sebelum matahari terbit. Dengan semacam itu, sistem tubuh kembali ke pola natural yang tentu lebih sehat.

  1. Kurangi Asupan Gula
    Gula merupakan salah satu sumber penyakit yang sering kali tak disadari. Konsumsi gula berlebihan bisa memicu berbagai penyakit mulai dari obesitas, diabetes, gangguan fungsi ginjal, hati, sampai kesehatan mental. Kementerian Kesehatan RI memberi anjuran kita membatasi konsumsi gula maksimal sebanyak 50 gram per hari atau seimbang 4 sendok makan. Walaupun American Heart Association mengaturnya maksimal sebanyak 9 sendok teh per hari atau 150 kalori untuk laki-laki dan 6 sendok teh atau 100 kalori untuk wanita.

Yang jadi keadaan sulit merupakan, gula mempunyai seribu wajah, bukan hanya berupa gula pasir yang sering kali digunakan untuk memaniskan makanan. Gula juga terkandung dalam buah-buahan dan makanan olahan seperti saos botolan, gula jagung, beras putih, madu, dan malt. Di samping itu, segala zat yang bernama fruktosa, laktosa, glukosa, maltosa, sukrosa, serta dekstrosa juga mengandung gula.

Agar kesehatan tubuh lebih terjaga dalam rentang panjang, kita perlu mengubah diet kita dengan mengurangi asupan gula. Salah satu sistem mudah merupakan dengan memperbanyak konsumsi sayur, mengurangi konsumsi tepung, dan berjenjang mengurangi gula dalam masakan atau minuman rutin kita.

  1. Berjalan Kakilah
    Tubuh perlu olahraga secara rutin agar kesehatan lebih terjaga. Tak perlu ribet mencari olahraga apa. Kita bisa membiasakan diri berolahraga dengan melaksanakan jalan kaki rutin minimal selama 15-30 menit per hari. Mudah dan murah!

Menurut National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Disease, membiasakan berjalan kaki sekitar 6 kilometer per jam dengan waktu tempuh selama 30 menit, bisa memperkecil risiko kita menderita diabetes macam 2.

Bukan hanya itu, rutin berjalan kaki bisa membantu kita terhindar dari risiko kanker pankreas, osteoporosis, stroke, serangan jantung, mengurangi risiko alzheimer, dan lain sebagainya.

  1. Kelola Stres
    Kesehatan bisa terganggu apabila kita sering kali terpapar stres. Ketika terjadi stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dan adrenalin yang akan memicu peningkatan detak jantung, pelebaran pembuluh darah di lengan dan kaki, kadar glukosa darah meningkat, dan pernafasan menjadi lebih pesat. Bagi yang mempunyai keluhan asma, pernafasan yang berubah pesat bisa memicu panic attack. Selain itu, stres yang kronis akan meningkatkan risiko terkena hipertensi, serangan jantung dan stroke.

Kita bisa mengelola stres ini dengan mengenali trigger yang sering kali memicu stres pada diri kita. Semisal, kita sering kali stres karena membaca timeline media sosial yang penuh informasi buruk dan celoteh menyebalkan. Solusinya, kita bisa mengurangi mengecek media sosial, mulai bermeditasi atau berolahraga untuk merangsang hormon anti stres.